Teori Konsumsi Menurut John Maynard 「Basic Baccarat Play」Keynes

  • 时间:
  • 浏览:0

DBasic Baccarat Playapatkan informaBasic Baccarat Playsi, inspirasi dan insight di emaiBasic Baccarat Playbasic Baccarat Playl kamu.

Daftarkan email

Hal tersebut karena teori Keynes berlaku dalam sistem ekonomi secara keseluruhan baik ekonomi indiBasic Baccarat Playvidu (pekerja penuh, pekerja paruh, dan pengangguran), industri, perusahaan, maupun pemerintahan. Inilah penyebab teori Keynes disebut the General Theory atau teori umum karena berlaku secara umum dalam ekonomi.

Dalam teori konsumsinya Keynes mengemukakan dua pandangan utama yaitu:

Baca juga: Konsumsi: Pengertian, Ciri, dan Faktornya

Milton Friedman dalam buku A Theory of the Consumption Function (1957) mengatakan Keynes memercayai aturan psikologis mendasar dari masyarakat modern bahwa ketika pendapatan rill meningkat, tidak akan meningkatkan konsumsinya dengan jumlah absolut yang sama karena meningkatnya besar tabungan.

Marilyn Cohn dalam jurnal The Economics pf John Maynard Keynes (1949) menyebutkan dasar prinsip effective demand adalah jika pendapatan riil meningkat, maka konsumsi juga akan meningkat tetapi lebih kecil dari peningkatan pendapatan.

Keynes juga menyatakan bahwa ada konsumsi yang tetap dipenuhi seperti kebutuhan pokok. Kebutuhan tersebut dinamakan dengan konsumsi otonomus yang tetap harus dipenuhi walaupun pendapatan yang dimiliki sama dengan nol.

Baca juga: Hubungan Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan

Saat pendapatan naik, jumlah pendapatan yang ditabung juga akan ikut naik atau lebih besar dari sebelumnya. Sehingga kecenderungan konsumsi rata-rata (average propernsity to consume) akan turun. Orang dengan pendapatan lebih besar cenderung menabung dalam jumlah besar juga karena memperhitungkan jumlah suku bunga yang akan diperoleh.

Keynes menyatakan bahwa pengeluaran konsumsi tergantung pada besarnya pendapatan. Di mana konsumsi cenderung lebih kecil dari pendapatan.

Hal tersebut karena ketika pendapatan meningkat, maka seseorang dapat memenuhi kebutuhan otonomusnya. Sehingga bisa melakukan tambahan konsumsi (marginal propensity to consume) di luar dari kebutuhan dasar.

Salah satu teori konsumsi yang paling dikenal adalah teori konsumsi John Maynard Keynes yang dikemukakan pada tahun 1936 dalam bukunya yang berjudul The General Theory.

Seseorang bisa melakukan tambahan konsumsi (marginal propensity to consume) dalam jumlah besar jika pendapatannya besar juga. Teori ekonomi Keynes berbeda dengan ekonom klasik yang hanya mengkaji kasus pekerja penuh.

Menurut P.A. Samuelson dan W.D. Nordhaus dalam buku berjudul Makro-Ekonomi (1992) konsumsi adalah salah satu bagian dari pendapatan yang dibelanjakan untuk pembelian barang-barang dan jasa-jasa untuk mendapatkan kepuasan dan memenuhi kebutuhan.

Mengingat betapa pentingnya konsumsi bagi manusia, para ahli merumuskan berbagai teori konsumsi.

Keynes menyatakan bahwa pengeluaran konsumsi tidak memiliki hubungan yang proporsional dengan pendapatan. Keynes memercayai prinsip effective demand atau permintaan efektif.

KOMPAS.com – Manusia sebagai makhluk hidup dan makhluk sosial memiliki beragam kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, manusia melakukan konsumsi. Dari mulai mengonsumsi makanan, pakaian, juga berbagai jenis jasa.