Dutch online casino_Sabah Sports Platform_Online betting platform

  • 时间:
  • 浏览:0

Temen: Roulette gamblRoulette gamblingingRoulette gamblingkaRoulette gamblingmu nggak jadi ikut liburan bareng ke Dieng?! Kita kan udah rencanain dari lamaaa!

Mungkin ada kalanya kamu merasa iri sama temen-temen lain yang keinginannya gampang banget dikabulkan. Ada yang sering gonta-ganti hobi, rajin beli barang koleksi, gampang banget dapat uang saku buat travelling dan semacamnya.

Pandai bersiasat alias jago bohong! Akui aja kamu jadi pinter ngeles–kaya pejabat korup memutarbalikkan fakta di hadapan wartawan dan penyidik KPK. Tapi sering kali, sebenarnya kamu bohong cuma biar orangtuamu nggak panikan, nggak khawatir dan biar mau memberi kamu izin sih… Bukan semata-mata mau mengkhianati kepercayaan mereka…

Sering buru-buru pulang duluan, kaya Cinderella punya jam malam via likes.com

Meskipun kamu sering mengeluh (atau dikeluhkan sama temen-temen dan pacarmu), tapi kalau mau adil didikan yang keras itulah yang menempamu. Menjadikanmu insan yang berbudi pekerti, berdisiplin tinggi dan membentuk mentalmu untuk dapat sukses menggapai mimpi. Kadang mungkin kamu memang meradang ketika merasa terlalu dikekang. Namun suatu saat kemudian kamu merasa berterima kasih atas bimbingan orang tuamu yang tegas itu.

Boro-boro dengerin konsultasi soal jodoh, beberapa aja masih sering mikir “Nggak usah pacaran dulu! Yang penting sekolah dan pendidikanmu bagus!” Ketika akhirnya kamu udah di usia yang cukup dewasa untuk punya pacar pun, kamu jadi kagok atau sungkan buat membagi ceritanya dengan mereka.

Pacar: Udah bilang bapak ibu kalau aku mau ajak kamu nginep liburan ke pantai weekend ini?

Meski begitu ada beberapa tanda spesial yang hanya bisa dimengerti kamu-kamu yang dididik oleh orang tua bertangan besi! Walapun ada kalanya terasa mengesalkan tapi nggak sedikit juga yang menggelitik atau membuatmu semakin jago menghadapi kehidupan yang keras, eaaa!

“Habis Maghrib udah selesai kok, Mah acaranya. Boleh ya?” — kelitmu. Halah jam 12 malam juga termasuk ‘habis Maghrib’ keleus!

Kamu: Iya nih udah disuruh pulang… udah jam 3 juga, udah larut.

Kamu: Hmmm… Bagus nih filmnya. Hehehe, udah ayo cium ajaaa!

Sementara, kamu? Pengen minta dibeliin baju baru aja harus ngajuin proposal anggaran. Minimal seminggu sebelum ‘dana bantuan’ dicairkan… Nggak jarang, kamu harus menjalani metode “stick and carrot” yang dicanangkan orang tuamu yang artinya:

Kamu udah hapal: sekali nggak diizinkan ya nggak bakal diizinkan. Hati orang tuamu kokoh dan sulit untuk digoyahkan. Itu hati apa rangka beton bangunan, kamu juga kadang bingung.

Kamu: *LANGSUNG GANTI CHANNEL* A-aku udah cebok kok Yah! (jawabannya gak nyambung karena gugup).

“Nggak bakal dikasih, kalian nggak ngerti!” via www.teen.com

Kamu udah ngerti tips and trik “kapan permintaanmu bakal dikasih lampu hijau” dan “kapan kamu malah bakal jadi sarana pelampiasan kekesalan mereka.” Yang terpenting suasana hati ayah ibumu harus bagus dulu sebelum kamu ngomong macem-macem.

Berondongan pertanyaan siap menyergap kamu. Kadang ortumu malah nawarin hal yang bisa merusak rencana senang-senang bareng temenmu.

Teman-teman: Udah mau balik aja! Baru bentar ini nongkrongnya.

Hal yang kayanya simple dan mudah–seperti minta izin buat trip weekend getaway sama temen-temen atau sekedar nginep bareng–malah merupakan tantangan besar buat kamu.

Ngumpulin kata-kata dan kalimat yang tepat biar kedengaran oke di telinga bapak ibumu, berharap dengan begitu keinginanmu bakal lebih mudah diloloskan–hal-hal kaya gini mungkin sering kamu akrabi. Ngomong di depan cermin buat latihan melancarkan rayuanmu juga nggak jarang kamu lakoni.

Kamu: Aku ngerti, aku juga pengen… Tapi Ibuku nggak ngasih