Baccarat Crystal_Baccarat Trial_The only way to win baccarat_Baccarat Probability Play

  • 时间:
  • 浏览:0

Di Lottery Lottery Appappsaat saLottery Appudara-saudara Lottery AppKaLottery Appmu bisa bebas membawa pacar-pacar mereka ke acara keluarga, kamu harus menerima kenyataan bahwa kamu nggak bisa seperti mereka.

kamu: Jadi gini, Pak… Saya kan ya sudah cukup berumur…

Putri: Oh, dia lagi nemenin papa aku mancing gitu.

Segala cara sudah kamu coba tapi belum juga membuahkan hasil. Berpisah pun kalian tak mampu. Yang bisa dilakukan hanyalah pasrah kepada yang mengatur semesta.

Cinta memang datangnya nggak bisa ditebak. Di antara kamu, pasti ada yang merasa jatuh cinta sama orang yang salah. Kenapa? Soalnya, kamu tahu bahwa cinta kamu itu nggak bakal dapat restu dari orang tuamu. Sementara, di dalam pernikahan di Indonesia, restu orang tua itu seperti restu Tuhan. Mau berpisah tapi sudah kadung cinta, mau melangkah tapi nggak berani menyakiti orang tua. Dilema! Yang sabar ya, Hipwee tahu betul kok apa yang kamu rasakan.

Cinta yang belum direstui orangtua memang pelik. Sampai-sampai ini dibahas di mig.me lewat postingan ini. Mau lihat seberapa kocak dan serunya pendapat-pendapat netizen di mig.me lewat klik gambar di bawah ini!

Di awal, kamu mengatakan jalani aja dulu dan berpikir ini nggak akan bertahan lama seperti hubungan yang sudah-sudah. Eh lama-lama, kamu justru merasakan kenyamanan bersamanya. Terlepas dari pikiran kalian belum dapat restu, kamu menemukan banyak kecocokan bersama dia. Kalau seperti ini mau pisah rasanya susah. Kalian pun memilih untuk jalan diam-diam alias backstreet.

“Dari umur 17 aja udah boleh memilih presiden buat negara sendiri, tapi ini umur 25 milih pendamping hidup sendiri aja nggak bisa!”

Waktu ke nikahan teman, waktu menjenguk liharan anaknya teman, kalian nggak sengaja ngomongin rencana hubungan kalian ke depannya. Ingin pernikahan seperti apa atau ingin anak berapa, tapi tiba-tiba kembali terdiam begitu mengingat bahwa untuk menempuhnya kamu masih harus berjuang panjang.

Kalau yang “pro” denganmu membantu dengan berusaha ngobrol dengan orang tua, tapi kalau yang “pro” dengan orang tuamu mereka membantu dengan caranya sendiri. Mereka membantu dengan mengenalkanmu dengan orang lain yang kira-kira akan direstui oleh orang tuamu.

Rasa nyaman dan cinta membuat kalian tetap bertahan. Kamu punya keyakinan kalau suatu saat nanti hubungan kalian direstui oleh semesta, kalian pun akan lebih mudah menghadapi segala ujian. Lebih baik diuji di awal dari pada nanti kalau sudah berjalan lebih serius.

Saking lelahnya memikirkan permasalahan hubungan kalian dengan orang tua, kamu dan dia jadi sering uring-uringan dan saling menyalahkan. Kadang, kalian merasa lelah dan merasa harus menyudahi hubungan ini.

Ada yang nggak tahu permasalahan hubunganmu dan ada juga yang tahu persis tentang itu. Tahu atau nggak tahu mereka tetap sering nanya tentang kelanjutan hubungan kalian. Mereka yang sudah tahu sengaja menanyakan untuk bahan lucu-lucuan. Kamu pun ikut tertawa bersama mereka ketika melihat tampang kalian yang kebingungan menjawab. Padahal, dalam hati rasanya ingin menangis.

kamu: Enaknya cowok kamu bisa hangout sama papa kamu.

Duh, sama aja. Endingnya tetap aja nggak boleh.

Mulai dari kakak sampai om dan tante, semua berusaha ngobrol sama orang tua kamu agar luluh hatinya. Tapi, tetap saja mereka masih dingin.

“Coba aja aku tinggal di luar negeri yang bebas…”

“Kenapa sih sudah gede masih di atur-atur?”

Konsekuensinya, hubungan kalian nggak bisa seperti yang lainnya. Kamu sering sirik ketika ada teman yang bisa dengan mudah liburan sama pacarnya, lalu foto-foto mereka dipasang di sosial media. Sementara kamu kalau mau posting foto berdua harus di-private dulu sehingga yang tahu cuma orang-orang yang mendukung hubungan kalian aja.

kamu: Lho emang Putra ke mana kok nggak ikut?

Lagi-lagi cinta membuat kalian tetap ingin bersama. Walau berat, kalian (masih) ingin berjuang.

Kamu sering berpikir banyak hal tentang kebebasan, kadang sampai bawa-bawa HAM segala. Duh!

“Jalani aja dulu, kan belum tahu juga bakal jadi apa enggak…”

Bapak: Begini, Nak… Kamu itu harus memikirkan yang terbaik buat kamu bukan hanya sekedar senang-senang saja. Bibit, bebet, bobot… blablabla

Bertemu dengannya, dia langsung mencuri perhatianmu. Meski demikian, kamu mencoba menjaga jarak karena kamu tahu hubungan kalian akan mendapat kendala dari orang tua. Semakin jaga jarak, eh kamu dan dia malah semakin akrab. Dia yang sedari awal mencuri perhatianmu pun saat ini berhasil mencuri hatimu. Kamu pun mencoba menghibur diri sendiri,

Lucu-lucu banget komennya :))

“Masih kuat nggak jalanin hubungan yang belum direstuin orang tua?”