Ledakan Supernova Picu Kepunahan Massal di Bumi「Live Baccarat」 359 Juta Tahun Lalu

  • 时间:
  • 浏览:0

PLivLive Baccarate Live BaccaratBaccaratenemuan ini dari penelitian yang diterbitkan secara daring, Selasa (18/8/2020) di jurnal Proceedings oLive Baccaratf National Academy of Sciences (PNAS) tersebut mengungkap adanya gangguan jangka panjang pada lapisan ozon Bumi yang melindungi planet dari sinar UV yang berbahaya.

Baca juga: Ledakan Supernova ini Bersinar 2 Kali Lebih Terang di Alam Semesta

Akibat peristiwa tersebut, setidaknya memusnahkan sekitar 70 persen spesies invertebrata termasuk ikan bercangkang yang disebut placoderms.

Perubahan iklim atau aktivitas vulkanik yang ekstrem sebenarnya juga menjadi penyebab rusaknya lapisan ozon, tetapi catatan geologi di akhir periode Denovian tidak dapat dengan jelas menghubungkannya dengan peristiwa kepunahan massal.

Baru-baru ini ada petunjuk mengenai kepunahan purba tersebut yang membuat ilmuwan menyimpulkan jika kepunahan dipicu oleh ledakan bintang atau supernova.

Seperti dikutip dari Live Science, Selasa (25/8/2020) petunjuk itu didapatkan dari fosil spora tumbuhan yang terawetkan. Fosil spora menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV).

Akibatnya, Bumi terpapar sinar UV tanpa difilter. Efeknya baru memudar setelah sekitar satu tahun atau bahkan dalam satu dekade ozon di bumi baru dapat pulih.

Saat sebuah bintang mati, mereka melepaskan semburan sinar UV, sinar X, dan sinar gamma. Jika supernova cukup dekat dengan Bumi, sinar tersebut dapat merusak lapisan ozon.

KOMPAS.com- Bumi pernah mengalami peristiwa kepunahan massal sekitar 359 juta tahun lalu, yang terjadi menjelang akhir periode Denovian, yakni sekitar 416 juta hingga 358 juta tahun yang lalu.

Meski sudah berlalu lama, ilmuwan masih tertarik untuk mengungkap penyebab kepunahan massal yang dikenal sebagai peristiwa Hangenberg itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Astronom: Bumi Kena Gelombang Misterius, Mungkinkah Supernova?

Sayangnya, ledakan UV hanya tahap pertama dari kerusakan yang ditimbulkan oleh supernova. Menurut Brian Fields, penulis utama dalam studi ini, ledakan UV juga memicu hujan partikel berenergi tinggi atau sering disebut muon.

Para ilmuwan pun memberikan hipotesisnya. Kepunahan massal kemungkinan besar terjadi akibat satu atau bahkan lebih dari ledakan supernova yang berjarak 65 tahun cahaya dari Bumi.

ilustrasi Bumi