Live Baccarat Registration_Baccarat Probability Play_American gambling

  • 时间:
  • 浏览:0

HOnline COnline Casino Baccaratasino BaccaOnline Casino BaccaOnline Casino BaccaOnline Casino Baccaratratratratingga suatu saat ketika dirinya menginjak usia 20 tahun, Justin kembali memiliki dunia yang terbalik. Dari saat namanya yang begitu terkenal sebelumnya, ia kemudian menjadi seorang artis yang begitu dibenci oleh banyak pihak, bahkan orang-orang yang sebelumnya mengidolakan dan menyayanginya, semua pergi meninggalkannya satu demi satu karena sifatnya yang begitu buruk.

Siapa sangka kan jika ternyata Justin juga tumbuh di lingkungan keluarga yang bisa dibilang kurang harmonis lo. Dalam curhatannya tersebut, ia menuliskan bahwa orang tuanya berpisah saat dirinya masih berusia remaja. Setelah hidup dengan kondisi keluarga yang kurang mampu, Justin akhirnya tumbuh dalam lingkungan yang berbeda pula. Ia tumbuh menjadi seseorang dengan mindset menjadi pembangkang, keras kepala dan melawan apa saja yang sekiranya dia nggak setuju.

Di balik kehidupannya yang serba mewah dan dikelilingi oleh jutaan penggemarnya, Justin Bieber memiliki berbagai pengalaman yang nggak bisa dia lupakan sepanjang hidupnya. Hal itu ia ceritakan melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengunggah sebuah tulisan yang menceritakan bagaimana kelamnya masa lalunya hingga bisa berada di titik sekarang ini.

“Kadang-kadang bahkan bisa sampai ke titik di mana kamu tidak ingin hidup lagi”

Setiap orang pasti pernah mengalami hal-hal buruk atau fase paling bawah sepanjang perjalanan hidupnya, tak peduli bagaimana suksesnya orang itu saat ini. Begitu juga dengan kisah Justin Bieber. Ya, saat ini siapa sih yang nggak kenal dengan artis dan musisi satu ini. Nyaris hampir setiap remaja hingga orang dewasa di belahan dunia mengidolakannya. Tapi siapa sangka, namanya yang hampir dikenal di seluruh negara ini ternyata memiliki masa lalu yang kelam.

“Suksesnya seseorang saat ini, terkadang bertolak belakang dengan masa lalunya”

Sempat mengalami pergolakan batin dan emosi, dikenal sebagai Justin yang memiliki sifat buruk, rupanya ia tak pernah menyerah. Bertahun-tahun berusaha keluar dari fase kelamnya, Justin pun akhirnya mendapat kehidupan yang normal bagi dirinya sendiri setelah melalui berbagai usaha seperti konseling dengan ahli hingga pengobatan mental.

Dalam kondisi mentalnya yang begitu buruk, Justin menceritakan bagaimana dirinya meraih ketenaran saat usianya baru menginjak 13 tahun. Ia mendapat perubahan yang begitu signifikan dalam hidupnya. Berawal dari seorang remaja yang hidup di sebuah kota kecil dengan kondisi yang seperti itu, Justin kemudian berubah menjadi idola semua orang di penjuru dunia berkat bakat tarik suara yang dimilikinya. Namun meski begitu, ia mengungkapkan bagaimana dirinya tetap merasa nggak berharga setelah semua yang ia dapatkan. Bahkan di usia 18 tahun, ia merasa nggak punya skill apa-apa di dunia “nyata”. Kenyataan ini menjadi konsep yang sangat menakutkan untuknya.

Dalam sebuah foto berisi tulisan panjang yang diunggahnya di akun Instagram tersebut, Justin menceritakan bagaimana setiap pagi ia bangun dengan perasaan yang tidak berharga, dihantui masa lalu, pekerjaan, tanggung jawab, emosi, hingga beban masalah keluarga yang dilaluinya.

“Aku beralih dari seorang bocah lelaki berusia 13 tahun dari sebuah kota kecil, kemudian menjadi pujaan dunia dengan jutaan orang yang mengatakan betapa mereka mencintaiku dan betapa hebatnya aku.”

Masa-masa kelam Justin rupanya nggak berhenti begitu saja setelah dirinya terkenal. Bahkan, saat usianya menginjak 19 tahun dan namanya telah dikenal luas oleh orang lain, kehidupannya malah semakin berantakan. Ia menceritakan bahwa dirinya mulai mengkonsumsi narkoba saat itu. Nggak cuma itu aja, Justin juga selalu mendapat masalah dalam setiap hubungannya dengan perempuan. Ia menjadi pemarah, nggak bisa menghormati orang lain, dan bahkan menjadi pembenci.

Setelah hubungannya dengan Selena Gomez kandas di tengah jalan, satu tahun yang lalu akhirnya ia memutuskan untuk menikah dengan Hailey Baldwin. Ia merasa bahwa dirinya masih dikelilingi oleh orang-orang baik yang membuatnya sadar untuk merubah kembali masa kelamnya hingga seperti saat ini. Hal ini jadi pelajaran besar lo untuk kita semua, sekelam apapun masa lalumu, jangan pernah menyerah untuk menjadi orang baik ya!

Bahkan, setelah masalah yang dilalui seperti nggak ada habisnya, Justin pernah berada dalam fase ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Karena ia merasa bahwa nggak ada sesuatu perubahan baik yang akan terjadi. Mungkin bagi orang lain, kehidupan Justin baik-baik aja. Bergelimang harta, popularitas, dan sebagainya. Tapi ia tetap nggak pernah merasa cukup.