Baccarat simple best strategy_Baccarat betting_The strongest baccarat play

  • 时间:
  • 浏览:0

Profesi ibu rumBBBaccarat Websiteaccarat Websiteaccarat Websiteah tangga menuntut kamu hampir 24 jam terfokus pada rumah, anak dan suami. Selebihnya paling hanya berkutat dengan teman-teman lama (yang mulai sibuk dengan kehidupan masing-masing), keluarga besar dan tetangga. Kadang terasa membosankan tapi ya harus diterima karena dalam setiap keputusan ada konsekuensi yang harus dijalani.

Ibu belanja | Credit: Photo by Gustavo Fring from Pexels via www.pexels.com

Sekalipun banyak tantangan dan kesulitan yang dihadapi para ibu rumah tangga, toh pada akhirnya ibu rumah tangga tetap akan puas dan bahagia atas pilihannya sendiri. Lagi-lagi ini soal keyakinan pribadi sih, lebih nyaman dengan status apa. Yang penting ibu tetap menikmati peran dan kebersamaan bersama anak dan suami.

Suasana kantor | Credit: Photo by fauxels from Pexels via www.pexels.com

A: Kerja apa sekarang?

Nggak selamanya menjadi ibu rumah tangga itu kelihatan kecut dan membosankan. Justru kebahagiaan ibu rumah tangga itu datang dari hal-hal sesimpel bisa selalu mendampingi pertumbuhan anak. Diberikan pelukan dan cium sayang nan tulus dari anak dan suami sudah cukup menjadi hadiah yang luar biasa buat ibu di tengah penatnya menjadi ibu rumah tangga penuh waktu. Ditambah lagi kalau ayah yang selalu siap mendukung dan membantu keputusan ibu, lengkaplah sudah kebahagiaan ibu.

Kalau dikira ibu rumah tangga bisa punya lebih banyak me time alias waktu sendiri dibanding ibu pekerja kantoran, wah belum tentu, lo. Terkadang karena terikat rutinitas dan rasa tanggung jawab, ibu yang bekerja di rumah kesulitan menemukan waktu di mana dia bisa benar bebas dari tanggung jawab dan menyendiri sejenak. Mau ke toilet saja kadang terasa buru-buru karena digedorin atau diteriakin anak :’)

Sedikit berbeda dengan para ibu pekerja yang punya penghasilan sendiri dan bisa belanja kebutuhan pribadi tanpa terlalu galau dan sungkan minta ke suami, para ibu rumah tangga kebanyakan masih merasa nggak enak dan nggak tega untuk mengambil jatah uang bulanan dari suami demi membeli kebutuhan pribadinya. Ujung-ujungnya ya pasti lebih banyak habis buat anak, sih.

B: …

Suka heran nggak sih dengan komentar-komentar nggak bermutu semacam ini? Seringkali ucapan seperti ini dapat menyinggung para ibu rumah tangga. Ya kalau ibu rumah tangga ‘enak-enak’ di rumah karena bisa leha-leha liburan nggak kerja kantoran, lah lantas piring kotor, anak yang belum makan dan mandi, rumah yang berantakan dan sebagainya itu siapa kira-kira yang beresin? Jin botol? Ya kecuali Ibu punya serdadu lengkap asisten rumah tangga, kayaknya kehidupan di rumah itu kadang justru lebih ruwet, deh.

B: Ngurus rumah tangga, bekerja di rumah aja